GOL.ID, BENGKAYANG – Dalam rangka peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi serta komunikasi guna menunjang pembangunan redesain program Universal Service Obligation (USO) atau dikenal Kewajiban Pelayanan Umum.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau lebih di kenal Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Majelis Pesantren Indonesia serta Yayasan Santripreneur Indonesia melaksanakan Sosialisasi kepada santri dan masyarakat sekitar di Pondok Pesantren Mamba’ul Huda, Desa Kamuh Kecamatan Tujuhbelas Kabupaten Bengkayang, Rabu (31/10/2018).

Acara sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat ini, dihadiri oleh 250 Santri dan masyarakat sekitar Ponpes Mamba’ul Huda serta pihak Kecamatan Tujuhbelas, Kepolisian Sektor Tujuhbelas, Koramil Tujuhbelas, Angkatan Udara Kecamatan Tujuhbelas, Kepala desa setempat serta tamu undangan dari tokoh masyarakat sekitar.

Hal ini bertujuan memahamkan masyarakat mengenai komunikasi dan informatika. Serta mengenalkan perkembangan teknologi informasi yang dapat membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari atau untuk bekerja.

Selain itu acara tersebut dijadikan sebagai landasan dasar untuk pembangunan teknologi informasi dan komunikasi melalui pembangunan redasian USO.

Acara dimulai dengan Hadroh dari Santri Mamba’ul Huda. Dilanjutkan sambutan dari Bupati Kabupaten Bengkayang yang diwakili oleh Ir. H. Supriadi selaku Asisten II. Ia menyampaikan bahwa bupati mengapresiasi atas terlaksananya Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat mengenai Teknologi Informasi yang diadakan di Ponpes Mamba’ul Huda.

Supriadi sendiri akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Kominfo Daerah serta Bakti Kominfo Pusat agar peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat terealisasi di Bengkayang khususnya di Desa Kamuh.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Huda yang diwakili, Kyai Nory Ahmed Nur Aji menyampaikan banyak terimakasih telah dipercaya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Ia ingin ada tindak lanjut untuk kegiatan ini.

Acara dilanjutkan Sosialisasi dari tiga narasumber, pertama disampaikan Dr. Mohammad Sobirin M.Hum yang mewakili KH. Ahmad Sugeng Utomo selaku Ketua Umum Majelis Pesantren Indonesia dengan materi pesantren harus lebih kreatif serta menjadi wirausaha di era digitalisasi saat ini.

Narasumber Kedua oleh KRT. Noor Wahjudi dari Yayasan Santripreneur Indonesia, dengan tema Kewirausahaan dalam Pondok Pesantren. Ketiga disampaikan oleh Dr. Ir. Sujadmogo. M.Sc. perwakilan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo RI, dengan materi Masyarakat sadar akan Teknologi Informasi.

 

Citizen Reporter
Ahmad Riris Muldani
Kordinator Pelaksanaan di Wilayah Kabupaten Bengkayang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *