Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dibangun pemerintah hendaknya dimanfaatkan masyarakat tidak hanya sebagai alat komunikasi namun lebih dari itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu endiri.

Dalam rangka itu, Kementerian Kominfo RI dan BAKT Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi bekerja sama dengan Majelis Pesantren Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan tehnologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan turun ke -122 Kabupaten di Indonesia yang masuk dalam kategori 3T(tertinggal, terluar dan terdalam).salah satu sasarannya adalah Kabupaten Merauke

Di Merauke, sosialisasi ini dipusatkan di Pesantren DDI Lampu Satu Merauke, Selasa (9/10).

Ketua Majelis Pesantren Indonesia K.H. Ahmad Sugeng Utomo yang juga inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, disela-sela kegiatan yang berlangsung mengungkapkan, bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan tehnologi informasi dan komunikasi gunan menunjang redesain USO ini dibentuk dengan Kepres untuk wilayah-wilayah yang masuk 3T. Ini perlu perhatian karena pemerintah berharap masyarakat akan memahami pembangunan infrastruktur ITE. Karena infrastruktur ITE menjadi pintu gerbang kemajuan yang berkesinambungan. Artinya, semua daerah maju dengan bersama-sama karena semua bisa mengakses dari internet. Semua bisa tahu lewat internet.

“Nah, lewat internet itu juga bagi mereka yang daerahnya tertinggal maka dia akan berlomba-lomba untuk menyeratakan diri dan mensejahterakan bersama-sama dengan bangsa-bangsa di dunia,” katanya.

Menurutnya, ketika infrastruktur itu dibangun maka perlu secara bersama-sama terlibat aktif dalam pemberdayaan. Ini karena belum semua masyarakat paham mengapa tower, BTS dan lainnya dibangun, sehingga perlu diberi pencerahan.

“Begini lho. Ini perlu dibangunkan supaya bisa tahu informasi seluruh dunia. Kedua, kesejahteraan kalian bisa meningkat. Karena kalian bisa menggunakan akses internet ini untuk memajukan perekonomian,” tandasnya.

Sebab, ketika punya produk maka bisa dijual lewat internet. Begitu juga jika punya destinasi wisata bisa diakses ke seluruh dunia dan dikunjungi orang dari luar.

“Misalnya disini kan kita tidak tahu kalau itu tidak dipromosikan lewat media internet. Nah, kalau potensi yang ada di Merauke itu bisa diupload di internet maka semua orang bisa lihat dan tahu bahwa di Merauke itu ada destinasi wisata yang wajib dikunjungi,” terangnya.

Menurutnya, tujuan pemerintah membangun tower, BTS dan lainnya tak lain selain untuk menunjang komunikasi terlebih untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Jadi internet itu harus digunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi tapi untuk meningkatkan kesejahteraan lewat bisnis atau usaha atau potensi yang kita miliki,” terangnya.

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat maupun pejabat pemerintah Kabupaten Merauke, tokoh agama/ulama, organisasi pemuda, pelajar, santri dan masyarakat sekitar. Diharapkan dengan dihadirinya berbagai macam elemen undangan tersebut akan memberikan dampak positif untuk masyarakat di Kabupaten Merauke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *