Majelis Pesantren Indonesia bersama BAKTI Kominfo (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) RI, menyelenggarakan sosialisasi tentang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus Desa Pajagan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, dengan tajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO,”

Ketua Majlis Pesantren Indonesia, KH. Ahmad Sugeng Utomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun sebuah gagasan dan pola pikir cerdas serta bijak terhadap masyarakat daerah, bahwa perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat, jika digunakan secara bijak dan cerdas,” kata Ahmad dalam pemaparannya dihadapan santri dan masyarakat sekitar, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ahmad berharap, pasca kegiatan tersebut para santri dan masyarakat menjadi terpacu dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini dengan bijak.

“Supaya santri dan masyarakat dapat meningkatkan taraf dan kualitas hidup untuk menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Staf Kementrian Bidang Komunikasi dan Media Masa, Gugun Siswadi menuturkan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu kebutuhan masyarakat, khusunya dalam mencari informasi di era digital seperti sekarang ini.

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, Konsultan Yayasan Santripreneur Indonesia, juga pelaku bisnis, KRT. Noor Wahjudi menambahkan, para santri dan masyarakat harus memiliki jiwa wirausaha (entrepreunership), guna menjawab tantangan global.

“Motivasi saya bagi para santri, yaitu agar dapat menumbuhkan jiwa wirausaha seiring perkembangan teknologi dan infromasi,” pungkasnya.

Dalam kesempata itu, turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kab.Lebak, Kapolsek Sajira, Babinsa, Kepala Desa Pajagan dan para ustad pondok pesantren. (emde)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *